Kartu Merah Jadi Pelajaran Untuk Bagas Kaffa
Kartu Merah Jadi Pelajaran Untuk Bagas Kaffa

Kartu Merah Jadi Pelajaran Untuk Bagas Kaffa

Posted on

Fakhri mengapresiasi kinerja skuat asuhannya yang berhasil menaklukkan Vietnam.

Tim nasional (timnas) Indonesia U-16 kembali sukses menuai kemenangan pada laga ketiga mereka di grup A Piala AFF U-16 2018. Itu setelah, mereka membungkam juara bertahan Vietnam U-16 dengan skor 4-2, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (2/8) malam.

Pada laga itu, Indonesia sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Dinh Thanh Trung pada menit keenam. Namun berhasil dibalas melalui gol Mochammad Supriadi pada menit ke-29. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Pada babak kedua, Indonesia berhasil unggul lewat tendangan penalti Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri pada menit ke-45. Bagus kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol ketiga 15 menit berselang. Vietnam sempat memperkecil kedudukan lewat penalti Dinh Thanh Trung (75′). Namun Andre Oktaviansyah berhasil memperlebar jarak menjadi 4-2 pada masa injury time babak kedua.

Pelatih Indonesia U-16, Fakhri Husaini, mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan para pemainnya. Meski dia pun menyoroti kartu merah yang diterima Amiruddin Bagas Kaffa pada menit ke-66, yang terprovokasi tindakan striker Vietnam, Vo Nguyen Hoang, yang mengangkat-angkat Muhammad Fajar Fathur Rachman yang sedang jatuh kesakitan. Imbasnya, Nguyen Hoang juga diberi kartu merah oleh wasit Xaypaseth Phongsanit asal Laos.

“Soal insiden tadi sebenarnya yang memprovokasi pemain mereka. Menurut saya, wajar kalau Bagas atau teman-temannya emosi, karena tadi Fajar sedang kesakitan diangkat-angkat sama pemain Vietnam. Justru saya anggap enggak wajar kalau mereka enggak bereaksi, artinya tim ini memang solid dan peduli dengan rekan setimnya,” kata Fakhri, dalam jumpa pers setelah laga.

“Kartu merah ini juga menjadi pelajaran buat Bagas, karena dia bakal menjadi pemain besar. Ini menjadi momen yang penting buat dia. Tapi yang perlu saya tegaskan, seluruh pemain saya selalu saya tekankan aspek respek dan fair-play. Itu yang menjadi poin penting dari pemilihan pemain yang saya lakukan. Karena percuma kalau fisik, teknik, dan taktiknya bagus tapi tidak punya rasa respek dan fair-play,” jelas mantan gelandang timnas Indonesia itu.

Di samping itu, Fakhri bersyukur pergantian pemain yang dilakukannya bisa mengubah permainan. Salah satunya dengan masuknya Supriadi yang mampu menjadi pemecah kebuntuan tim di laga ini.

“Pergantian-pergantian ini wajar dilakukan pelatih, dan alhamdulillah Supri masuk bisa mengangkat tim,” ucap Fakhri.

Sementara itu, kemenangan ini membuat Indonesia kukuh di puncak klasemen grup A dengan sembilan poin. Sedangkan Vietnam turun ke peringkat ketiga dengan nilai enam dari tiga laga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *