10 Hari Jelang Asian Games
10 Hari Jelang Asian Games

10 Hari Jelang Asian Games

Posted on

Mendekati Asian Games 2018, tim lari 4×100 meter estafet putra memfokuskan diri untuk memperbaiki faktor nonteknis. Lalu Muhammad Zohri dkk. diharapkan lebih rileks saat perlombaan.

Lalu dan skuat pelatnas atletik akan mentas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mulai 25 Agustus. Dalam waktu yang tersisa menuju pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu, mereka diminta untuk kian matang dalam pengalihan tongkat dan bisa tetap tenang.

Fadlin, salah satu pelari estafet putra, mengatakan dalam kondisi baik saat ini. Mereka tinggal mematangkan faktor nonteknis.

“Sebenarnya sudah siap semua. Tinggal faktor nonteknis dan jaga kondisi masing-masing saja karena semakin dekat,” kata Fadlin di Stadion Madya GBK, Senayan.

Untuk menggapainya, Fadlin dan empat pelari lainnya, Eko Rumbawan, Bayu Kertanegara, Yaspi Boby, dan Lalu lebih banyak melakukan waktu bersama untuk meningkatkan chemistry satu sama lain. Mereka harus kian kompak.

“Sebenarnya, kalau kumpul bareng dari kemarin sudah dilakukan. Sebab, kamar juga bersamaan, tak ada perubahan. Saya satu kamar dengan Eko dan Lalu. Sedangkan Yaspi dengan Bayu. Tapi di kamar kan juga ada televisi dan play station. Jadi kadang saat tidak latihan main PS bareng, atau keluar untuk nonton, dan makan bersama,” dia mengungkapkan.

Fadlin yang mengaku sudah kali kedua turun di Asian Games ini, malah lebih nyaman dengan komposisi saat ini. Pasalnya, di dalam tim estafetnya tak ada rasa canggung atau paling dominan. Termasuk Lalu yang baru saja menjadi juara dunia junior.

“Lebih kompak yang sekarang. Kalau dulu rada kurang bagaimana. Yang sekarang menyatu banget. Jadi tidak yang menonjol atau canggung,” katanya.

Fadlin juga membeberkan bagaimana dia dan rekan-rekannya saling mendukung satu sama lain. Termasuk saat tekanan yang semakin kuat menjelang lomba.

“Biasanya saling mengingatkan. Saya sebagai yang paling senior lebih mengarahkan agar lebih rilex dan tak perlu memikirkan beban atau bagaimana. Memang pasti ada pikiran ‘Aduh bagaimana ini, atau begitu’ tapi pasti bisa dilewati jika lebih rilex,” imbuhnya.

“Begitu soal dibebankan medali kami pribadi tidak menjadikan itu beban. Yang penting kami dapat tampil terbaik. Jika target catatan waktu pribadi kami tembus 38, 05 detik, insya allah medali di tangan,” dia mengharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *